SMK Airlangga Balikpapan

Jl. Letjend. S.Parman No.14 Gn.Guntur Balikpapan Tengah 76122

Learning Community Center

Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2019 Diperingati 26 April, Berikut Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui

Jum'at, 26 April 2019 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 51 Kali

Bertepatan hari ini merupakan hari spesial peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia atau disebut juga World Intellectual Property Day atau World IP Day, Jumat (26/4/2019). Hari Kekayaan Intelektual Sedunia diperingati rutin pada tanggal 26 April setiap tahunnya. Peringatan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) merupakan hak atas kekayaan yang dimiliki atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. Tentu saja produk karya yang dihasilkan tersebut berguna untuk seluruh manusia. Terdapat berbagai jenis karya intelektual seperti seni, ilmu pengetahuan, karya sastra, teknologi dan masih banyak lagi.

Dilasir TribunKaltim.co dari laman wipo.int, peringatan ini pertama kali didirikan oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) pada tahun 2000. Tujuan dibentuknya peringatan ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran tentang bagaimana hak paten, hak cipta, merek dagang dan gesain yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Selain itu Hari Kekayaan Intelektual Sedunia juga untuk merayakan kreativitas dan kontribusi yang dibuat oleh pencipta dan inovator terhadap pembangunan masyarakat di seluruh dunia.

Tanggal 26 April dipilih sebagai Hari Kekayaan Intelektual Sedunia karena bertepatan dengan tanggal di mana Konvensi Pembentukan Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia mulai berlaku pada tahun 1970. Setiap tahunnya negara-negara anggota WIPO termasuk Indonesia akan menyelenggarakan beragam kegiatan untuk memeriahkan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia.

Setiap tahun pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia akan mengusung kampanye yang berbeda. Pada tahun 2019 kampanye yang diangkat yaitu "Reach for Gold: Intellectual Property and Sports." Kampanye tersebut yaitu mengajak untuk melihat lebih dekat ke dalam dunia olahraga.

Mengeksplorasi bagaimana inovasi, kreativitas dan hak hak kekayaan intelektual yang mendorong dan melindungi mereka untuk mendukung pengembangan olahraga dan bisa dinikmati di seluruh dunia. Nilai-nilai universal yang meliputi olahraga seperti keunggulan, rasa saling menghormati dan bermain secara adil, memperkuat daya tarik global terhadap dunia olahraga.

Hingga hari ini, berkat kemajuan dalam teknologi penyiaran dan komunikasi, siapa pun dan di mana saja dapat mengikuti aksi olahraga di sepanjang waktu. Tak hanya itu saja bahkan masyarakat bisa melacak kinerja para atlet dan tim favorit mereka tanpa harus meninggalkan rumah. Olahraga juga kini telah menjadi industri global bernilai miliaran dolar Amerka.

Industri olahraga menghasilkan investasi dalam fasilitas seperti stadion olahraga hingga jaringan penyiaran, serta mempekerjakan jutaan orang yang tersebar di seluruh dunia dan tentu saja juga menghibur banyak orang. Hubungan bisnis yang dibangun di atas hak kekayaan intelektual yaitu membantu mengamankan nilai ekonomi olahraga.

Menurut WIPO pihaknya melihat bagaimana bisnis olahraga menggunakan paten dan desain untuk mendorong pengemabngan teknologi, bahan, pelatihan dan peralatan olahraga baru untuk membantu meningkatkan kinerja atletik dan melibatkan penggemar di seluruh dunia. WIPO juga mencari tahu bagaimana merek dagang dan branding memaksimalkan pendapatan komersial dari sponsor, merchandising dan perjanjian lisensi. Pendapatan itu mengimbandi biaya penyelenggaran olahraga kelas dunia, seperti Olimpiade Game dan seri Piala Dunia. Tentu saja juga memastikan bahwa nilai dan integritas dari penyelenggaraan acara spektakuler tersebut terlindungi.

Kekayaan Intelektual di Indonesia

Indonesia pada awal tahun 1990, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tidak begitu populer. Hak Kekayaan Intelektual baru populer memasuki tahun 2000 sampai sekarang ini. Pada akhir tahun 2000 lalu, terdapat tiga Undang-Undang baru di bidang Hak Kekayaan Intelktual di Indonesia. Pada tahun 2000 juga disahkan Undang-Undang No 20 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

Regulasi mengenai Hak Kekayaan Intelektual diatur melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM. Di dalamnya terdapat juga Komisi Banding Paten, Komisi Banding Merk dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Khusus untuk Perlindungan Varietas Tanaman, diatur secara terpisah oleh Kementerian Pertanian melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.

 

 

(Sumber : http://kaltim.tribunnews.com)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Saeful, S.Pd

Assalamualaikum Wr.Wb Alhamdulillah segala Pujian dan  syukur selalu  kita  panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Berkat dan Rahmat Nya,…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah menurut anda tampilan website ini sudah menarik ?

LIHAT HASIL